Terjadinya transaksi utang Indonesia tentunya tidak terjadi begitu saja tanpa adanya tujuan yang jelas dari pihak pemerintah. Seiring berjalannya waktu nilai hutang negara Indonesia kepada negara asing terus bertambah dan semakin memberatkan. Transaksi hutang yang dilakukan oleh suatu negara yang masih dalam tahap berkembang merupakan hal yang wajar. Hal ini sejalan dengan tujuan atau pemanfaatan dana hutang luar negeri tersebut untuk apa saja. Sebagai sebuah negara yang berdaulat, dana dari pinjaman negara lain tentu harus dimanfaatkan dengan maksimal.

Apa Saja Pemanfaatan Dana Pinjaman Utang Indonesia?

Sejak dulu negara Kita memang sudah memiliki hutang, menilik nilainya yang meningkat atau menurun tentunya perlu melihat kondisi perekonomian di tanah air. Keputusan dilakukannya hutang ke negara lain tentunya digunakan untuk berbagai kebutuhan, kebutuhan tersebut meliputi:

  1. Membantu memenuhi kebutuhan dana pemerintah untuk bisa bertransaksi dengan negara lain secara aman.
  2. Dana pinjaman luar negeri sebagian besar digunakan untuk kebutuhan pembangunan negara yang mana akan membangun negara yang kenal teknologi.
  3. Perbaikan infrastruktur yang sudah tidak layak pun sebagian besar dilakukan dengan dana bantuan hutang dari negara lain.

Pemanfaatan sumber daya alam yang belum maksimal menjadikan penyediaan dana dari pendapatan dalam negeri masih terbatas. Kondisi ini memaksa pemerintah negara Indonesia mengajukan pinjaman ke beberapa bank sentral negara lain. Tujuannya pun tidak sekedar untuk kebutuhan kegiatan pemerintah saja namun bermanfaat bagi seluruh elemen bangsa. Meski begitu sebagai masyarakat yang kritis Kita tetap harus melakukan pengawasan terhadap proses pembangunan yang tengah berlangsung. Sehingga pembangunan nantinya bisa dikerjakan dengan maksimal dan hasilnya bisa memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat.

Siapa Saja Pihak yang Memberikan Pinjaman kepada Indonesia?

sumber utang indonesia

Menurut catatan hutang pemerintah Indonesia, terdapat tiga negara yang selama ini memberikan pinjaman secara teratur. Yakni negara Jerman, Jepang, dan juga negara Perancis yang memberikan pinjaman dana secara bilateral. Sementara sumber lainnya diperoleh dari berbagai perbankan dunia, diantaranya adalah:

  1. Islamic Development Bank atau IDB yang sejak perhitungan bulan September 2015 memberikan pinjaman sekitar 1,1% dari total hutang secara keseluruhan.
  2. Bank Pembangunan Asia atau ADB yang tercatat memberikan hutang dengan presentase 14,9% dari keseluruhan total hutang negara.
  3. Bank Dunia menjadi pemberi pinjaman terbesar, yakni dengan presentase 29,8%.

Hutang negara Indonesia yang besar pada dasarnya memang bisa ditekan, dan tetap ada kemungkinan untuk bisa dilunasi. Namun negara yang melaju menjadi negara maju tidak terlepas dari rakyatnya yang juga maju dari segi ekonomi. Semakin banyak masyarakat yang mapan dari segi finansial maka semakin kecil presentasi utang Indonesia dapat terjadi. Sebagai generasi muda sudah menjadi PR bersama untuk mampu menyelesaikan persoalan hutang luar negeri yang kian membengkak ini.

LEAVE A REPLY